Daerah

Tradisi 25 Tahun, Open House Lebaran HT Ibrahim Jadi Ruang Komunikasi Tanpa Sekat

HT Ibrahim, S.T., M.M Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Gelar Open House di kediamannya pada lebaran ketiga Idulfitri 1447 Hijriah.

ACEHANTARA.COM | ACEH BESAR — Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat, H.T. Ibrahim, menggelar open house Idulfitri 1447 Hijriah pada hari ketiga Lebaran di kediamannya di Gampong Lieue, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026). Tradisi yang telah berlangsung sekitar 25 tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat.

Sejak pagi hingga siang, ratusan warga dari berbagai kalangan tampak silih berganti hadir. Mereka terdiri dari tokoh masyarakat, pelaku usaha, jurnalis, hingga unsur pemerintahan. Momentum Idulfitri dimanfaatkan sebagai titik temu lintas kelompok dalam suasana yang cair dan penuh keakraban.

Hadir pula sejumlah Anggota DPRK Aceh Besar dan Banda Aceh serta Anggota DPR Aceh serta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh, Dedy Tabrani, yang turut meramaikan kegiatan tersebut. Kehadirannya menambah semarak suasana sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antar unsur pemerintahan dan masyarakat.

Ibrahim yang akrab disapa Ampon Bram menyambut langsung para tamu bersama istri, Rida Ariani, dan keluarga. Tradisi berjabat tangan serta saling bermaafan menjadi pemandangan utama, mencerminkan kuatnya nilai ukhuwah dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Beragam hidangan khas Lebaran tersaji di halaman dan ruang utama kediaman, mulai dari nasi, kuah beulangong, timphan, hingga aneka menu seperti bakso, sate, dan martabak telur. Kehangatan suasana tidak hanya terasa dari sajian, tetapi juga dari interaksi santai yang terjalin di antara para tamu.

Ampon Bram menegaskan, open house bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan sosial dan menyerap aspirasi masyarakat.

“Dalam suasana kekeluargaan seperti ini, masyarakat lebih leluasa menyampaikan harapan maupun keluhan. Ini menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi representasi di parlemen,” ujarnya.

Salah seorang warga, Mursalin (32), mengaku kegiatan ini memberi ruang komunikasi yang lebih humanis. Ia menilai kehadiran langsung wakil rakyat tanpa sekat formal membuat masyarakat merasa lebih dekat dan dihargai. Tradisi open house ini pun menjadi cerminan bagaimana perayaan keagamaan dapat bertransformasi menjadi ruang sosial yang produktif sekaligus memperkuat hubungan antara rakyat dan pemimpinnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version