Forum Keuchik dan Mukim Ingin Jaya Nyatakan Dukungan Penuh untuk Pemekaran Seuramoe Aceh
ACEHANTARA.COM | Aceh Besar — Dukungan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Seuramoe Aceh terus menguat. Forum Keuchik dan Mukim Kecamatan Ingin Jaya bersama sejumlah tokoh masyarakat resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pemekaran Seuramoe Aceh. Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam musyawarah yang digelar Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H.T. Ibrahim di New D’Energy Cafe, Aceh Besar, Jumat malam (8/5/2026).
Pertemuan tersebut tak sekadar menjadi ajang silaturahmi politik. Forum membahas konsolidasi dukungan lintas kecamatan, kesiapan administrasi, hingga finalisasi dokumen usulan DOB Seuramoe Aceh sebelum diserahkan ke DPR Aceh dan Pemerintah Aceh. Bergabungnya Kecamatan Ingin Jaya dinilai menjadi penanda bahwa gagasan pemekaran mulai mendapat legitimasi sosial dan politik yang lebih luas di wilayah Aceh Besar bagian pesisir dan perkotaan.
Dalam forum itu, sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, hingga perangkat gampong menyoroti ketimpangan pelayanan publik akibat luasnya rentang kendali pemerintahan Aceh Besar. Warga di sejumlah wilayah disebut masih menghadapi persoalan klasik: jarak tempuh panjang untuk mengurus administrasi, akses pelayanan yang lambat, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.
HT Ibrahim menegaskan perjuangan pembentukan DOB Seuramoe Aceh bukan untuk memisahkan diri dari Kabupaten Aceh Besar, melainkan mendorong pemerataan pembangunan dan memperpendek rentang pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, dukungan terhadap pemekaran Seuramoe Aceh yang datang dari tujuh kecamatan kini semakin kuat dan solid dengan dukungan penuh dari Kecamatan Ingin Jaya. Ini menunjukkan aspirasi pemekaran bukan kehendak segelintir orang, melainkan kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan lebih dekat dan pembangunan lebih merata,” kata H.T. Ibrahim.
Ia menilai luas wilayah Aceh Besar selama ini menjadi tantangan serius dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif. Menurutnya, kondisi itu membuat sebagian warga harus menempuh perjalanan panjang bahkan menginap hanya untuk mengurus administrasi pemerintahan.
“Bayangkan, ada masyarakat yang harus keluar biaya tambahan dan menginap satu malam hanya untuk mengurus dokumen administrasi. Situasi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan. DOB Seuramoe Aceh hadir untuk mendekatkan negara kepada rakyat dan mempercepat pelayanan publik,” ujar politisi yang akrab disapa Ampon Bram tersebut.
Menurut HT Ibrahim, keberadaan DOB akan membuat pemerintah daerah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat karena rentang kendali birokrasi menjadi lebih pendek. Ia juga menyebut pemekaran sebagai langkah strategis untuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah yang selama ini dinilai belum maksimal tersentuh pemerintahan.
