Headline

Iran Mainkan Pengaruh di Selat Hormuz, Negara yang Usir Dubes AS dan Israel Dijanjikan Jalur Aman

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Ahmad Vahidi

TEHERAN — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Ahmad Vahidi, yang mengeluarkan pernyataan terkait akses pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.

Melalui pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRGC menyatakan bahwa negara-negara Arab maupun Eropa dapat memperoleh kebebasan melintasi Selat Hormuz dengan satu syarat, yakni mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka. Kebijakan tersebut disebut mulai berlaku pada Selasa (10/3/2026).

IRGC menyebut negara yang memenuhi syarat tersebut akan diberikan “hak dan kebebasan penuh” untuk melintasi jalur laut strategis tersebut. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini dikenal sebagai salah satu urat nadi perdagangan energi dunia karena dilalui sebagian besar pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara.

Pengamat menilai langkah Iran tersebut merupakan bagian dari strategi tekanan politik dan diplomatik untuk memperkuat posisi tawar Teheran di tengah konflik regional yang semakin memanas. Kebijakan itu juga berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi global, mengingat Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi distribusi minyak dunia.

Di sisi lain, sejumlah negara diperkirakan akan merespons dengan hati-hati, mengingat keputusan untuk mengusir duta besar suatu negara merupakan langkah diplomatik yang sensitif dan dapat berdampak pada hubungan internasional yang lebih luas.

Situasi di kawasan Timur Tengah pun diperkirakan masih akan terus berkembang, seiring meningkatnya rivalitas geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version