Yahdi Hasan Dorong Bantuan Cepat untuk Korban Kebakaran 20 Rumah di Gayo Lues

Anggota Komisi VII DPR Aceh, Yahdi Hasan, M.I.Kom..

ACEHANTARA.COM | GAYO LUES — Sekretaris Komisi VII DPR Aceh, Yahdi Hasan, M.I.Kom., menyampaikan duka cita atas kebakaran yang menghanguskan 20 rumah warga di Desa Ulun Tanoh, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues. Ia mendorong pemerintah dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan masa panik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Kebakaran terjadi pada Rabu dini hari, 9 September 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Dari 20 rumah yang terdampak, sebanyak 18 rumah mengalami kerusakan berat dan dua rumah lainnya rusak ringan.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut sementara ditaksir mencapai Rp10 miliar. Namun, angka itu masih dapat berubah karena proses pendataan dan penghitungan kerugian di lapangan masih berlangsung.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyampaikan rasa duka cita dan simpati yang mendalam kepada saudara-saudari kita yang menjadi korban musibah kebakaran di Desa Ulun Tanoh,” kata Yahdi Hasan.

Menurut Yahdi, perhatian pemerintah tidak cukup berhenti pada pendataan kerugian. Warga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan penanganan cepat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan, tempat tinggal sementara, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan dasar lainnya pada masa tanggap darurat.

Yahdi, anggota Fraksi Partai Aceh DPR Aceh, mengatakan telah melaporkan musibah tersebut kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh melalui WhatsApp. Ia juga menyampaikan laporan secara langsung kepada Kepala Dinas Sosial Aceh dan Baitul Mal Aceh.

Ia berharap koordinasi antarlembaga dapat segera menghasilkan bantuan konkret bagi masyarakat yang terdampak. “Semoga pemerintah dan pihak terkait dapat secepatnya memberikan bantuan masa panik kepada masyarakat yang terdampak. Saat ini yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi,” ujarnya.

Yahdi menilai penanganan pascakebakaran harus dilakukan secara terpadu. Sebab, kebakaran tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga mengganggu keberlangsungan hidup keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

“Kehadiran dan kepedulian kita bersama sangat dibutuhkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” kata Yahdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *