Warga Ulee Kareung Bersihkan Makam Cucu Sultan Iskandar Muda, Harapkan Pemugaran Situs Sejarah
Acehantara.com | Aceh Besar – Puluhan warga Gampong Ulee Kareung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, melakukan aksi gotong royong membersihkan kompleks pemakaman kuno yang menyimpan nilai sejarah tinggi. Lokasi ini diyakini menjadi tempat peristirahatan para raja dan bangsawan Kesultanan Aceh Darussalam, termasuk salah satu makam yang diduga kuat merupakan makam cucu Sultan Iskandar Muda.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (30/8/2025) ini melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Kementerian Kebudayaan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar. Warga dan para relawan bersama-sama membersihkan area pemakaman dari semak belukar, melakukan pendataan batu nisan, dan mendokumentasikan ornamen khas makam kuno Aceh.
Dalam kegiatan ini ditemukan sekitar 52 makam tua yang belum teridentifikasi. Masyarakat berharap temuan tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah untuk dilakukan konservasi dan pemugaran.
Geuchik Gampong Ulee Kareung, Ikhtiar, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa gotong royong ini adalah wujud kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya Aceh.
“Kami berharap pihak terkait, terutama Kementerian Kebudayaan serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, dapat memberikan perhatian lebih agar makam para raja ini dipugar atau dirawat. Ini adalah bagian dari sejarah Aceh yang penting untuk diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I yang hadir langsung ke lokasi. Ia menegaskan bahwa pelestarian situs sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif warga Ulee Kareung. Upaya seperti ini penting untuk menjaga identitas bangsa. Ke depan, kami akan melakukan kajian lebih lanjut untuk memberikan rekomendasi langkah pelestarian,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar menyatakan akan mengusulkan program konservasi dan memanfaatkan situs ini sebagai sarana edukasi sejarah. Selain itu, kompleks makam ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Aceh Besar.
Dengan gotong royong ini, masyarakat Ulee Kareung ingin menunjukkan komitmen untuk melestarikan sejarah dan budaya Aceh. Mereka berharap dukungan pemerintah dapat mempercepat proses pemugaran dan pengakuan situs ini sebagai warisan sejarah nasional.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan