Enam Bulan Terpisah dari Keluarga, Pemerintah Aceh Kawal Kepulangan 13 Nelayan dari Thailand hingga Kampung Halaman
ACEHANTARA.COM | ACEH TIMUR — Suasana haru menyelimuti Pendopo Bupati Aceh Timur, Jumat, 18 September 2026, malam. Sebanyak 13 nelayan asal Aceh Timur tiba setelah menyelesaikan proses hukum di Thailand selama sekitar enam bulan.
Kepulangan mereka menjadi momen yang dinantikan keluarga. Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh turut mendampingi proses pemulangan hingga para nelayan tiba di kampung halaman.
Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, S.KM., M.KM., yang mewakili Pemerintah Aceh memimpin langsung penjemputan di Medan dan mendampingi perjalanan para nelayan menuju Aceh Timur. Ia didampingi Sub Koordinator PSKBS Dinas Sosial Aceh, Fajri Mursyidan, S.E.

Sebelumnya, ke-13 nelayan tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Jumat, 18 September 2026. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Medan sebelum dijemput Pemerintah Aceh untuk dipulangkan ke Aceh Timur.
Budi mengatakan Pemerintah Aceh memastikan proses pemulangan berlangsung hingga para nelayan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
“Alhamdulillah, 13 nelayan kita sudah tiba dengan selamat di Aceh Timur. Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mendampingi dan mengantar mereka hingga diserahkan kepada Pemerintah Aceh Timur di Pendopo Bupati, dan kini sudah berada diperlukan keluarga masing-masing” kata Budi.

Para nelayan tiba di Pendopo Bupati Aceh Timur sekitar pukul 23.30 WIB. Mereka disambut Bupati Aceh Timur Iskandar Al Farlaki bersama keluarga yang telah menunggu dengan penuh haru.
Setelah menerima arahan dari Bupati, para nelayan kemudian kembali ke kediaman masing-masing. Dinas Sosial Aceh juga memastikan nelayan yang tidak dijemput keluarga tetap diantar hingga ke rumah.
Pemulangan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam memberikan pendampingan kepada warga Aceh yang menghadapi persoalan hukum di luar negeri, sekaligus memastikan mereka dapat kembali dengan aman ke tengah keluarga.
Pemerintah Aceh mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendampingan dan pemulangan 13 nelayan tersebut. Kepulangan ini diharapkan menjadi awal bagi mereka untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat di kampung halaman.















