Pemerintah Aceh Gelar Layanan Dukungan Psikososial untuk Anak dan Disabilitas di Bireuen
BIREUEN – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh terus memperkuat penanganan dampak bencana dengan menyelenggarakan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak dan penyandang disabilitas di Kabupaten Bireuen, Rabu (17/12/2025).
Kegiatan LDP dilaksanakan di tiga desa, masing-masing dua desa di Kecamatan Jangka dan satu desa di Kecamatan Kuta Blang, dengan pusat kegiatan berlangsung di Posko Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang. Layanan ini bertujuan memulihkan kondisi psikologis penyintas, khususnya anak-anak, pascabencana.
LDP berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–12.00 WIB dan 14.00–15.30 WIB, dengan penanggung jawab kegiatan Maria Ulfa, didukung tim pelaksana Nurhayati Wanda, Rika, Maghfirah, dan Wilda.
Sebanyak 50 anak dan satu penyandang disabilitas tuna rungu wicara menjadi penerima manfaat. Anak-anak mendapatkan berbagai layanan edukatif dan rekreatif, antara lain bermain bersama, penanaman nilai melalui role play, art therapy, permainan kerja sama tim, serta edukasi pengelolaan sampah plastik.
Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak berpartisipasi aktif, mampu mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka dengan cara yang positif, serta menunjukkan respons emosional yang lebih stabil setelah mengikuti kegiatan.
Namun, tim juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian, seperti tidak tersedianya toilet di posko, keterbatasan tempat pengungsian, serta kebutuhan tikar plastik bagi warga yang masih membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir.
Koordinasi kegiatan dilakukan bersama Keuchik dan Sekretaris Desa setempat, guna memastikan layanan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dinas Sosial Aceh merekomendasikan agar layanan psikososial dilanjutkan, mengingat anak-anak masih membutuhkan pendampingan lanjutan. Selain itu, diperlukan dukungan bantuan sembako, karena sebagian besar warga terdampak masih bergantung pada sumbangan masyarakat dan dana desa.
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memastikan pemulihan sosial serta psikologis masyarakat terdampak bencana berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan