Maulid KUB Aceh, HT Ibrahim Dorong Pelestarian Adat dan Persatuan Keturunan Ulee Balang
ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH — Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H. Teuku Ibrahim, S.T., M.M., atau yang akrab disapa Ampon Bram, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama Wareh Keluarga Ulee Balang (KUB) Aceh di Aula Arafah, Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Senin, 2 November 2026.
Peringatan Maulid tersebut menjadi momentum untuk memperbanyak shalawat, memperkuat silaturahmi, serta meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW. Kegiatan itu juga mempertemukan keluarga besar keturunan Ulee Balang Aceh dan berbagai unsur masyarakat dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah. Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak jamaah menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

HT Ibrahim yang juga menjabat sebagai Penasihat KUB Aceh mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak semata menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi ruang untuk mempererat persatuan, menjaga persaudaraan, dan merawat identitas serta warisan budaya Aceh.
“KUB Aceh harus menjadi wadah yang mampu merawat silaturahmi antarketurunan, menjaga nilai-nilai luhur dan warisan budaya Aceh, sekaligus meneruskannya kepada generasi muda. Banyak keturunan Ulee Balang yang hari ini berkiprah sebagai tokoh masyarakat dan pejabat di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Potensi itu harus dipersatukan menjadi kekuatan yang memberi manfaat bagi Aceh dan Indonesia,” kata HT Ibrahim.

Menurut Ampon Bram, pelestarian warisan leluhur tidak cukup dilakukan melalui cerita, simbol, atau kegiatan seremonial. Nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, keberanian, persaudaraan, dan kepedulian terhadap masyarakat harus diwariskan melalui pendidikan, keteladanan, dan tindakan nyata kepada generasi penerus.
Ia menilai KUB Aceh memiliki posisi strategis sebagai ruang perjumpaan dan pemersatu seluruh keturunan Ulee Balang Aceh. Organisasi tersebut, menurutnya, harus menjadi rumah bersama yang memperkuat hubungan sejarah dan persaudaraan, sekaligus mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi kemajuan Aceh.
Peringatan Maulid tersebut diselenggarakan oleh DPP Wareh Keluarga Ulee Balang (KUB) Aceh yang diketuai Ir. H. T. A. Khalid, M.M., Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Gerindra. Dalam rangkaian kegiatan, panitia juga menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan pengamalan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.

Dalam sambutannya, T. A. Khalid mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga momentum untuk memperkuat silaturahmi dan menghadirkan kepedulian kepada sesama. Nilai keteladanan, kata dia, harus diwujudkan dalam perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan prosesi peusijuek terhadap Kepala Tinggi Aceh dan Komandan Korem 011/Lilawangsa. Prosesi adat itu menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan tradisi serta kearifan lokal Aceh agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
HT Ibrahim menambahkan, kebudayaan Aceh merupakan warisan besar yang harus dijaga secara bersama-sama. Tradisi seperti peusijuek, menurutnya, tidak hanya memiliki makna seremonial, tetapi mengandung nilai penghormatan, doa, persaudaraan, dan kebersamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh secara turun-temurun.

Melalui KUB Aceh, HT Ibrahim berharap persatuan keturunan Ulee Balang tidak berhenti pada ikatan garis keturunan, tetapi berkembang menjadi kekuatan untuk menjaga sejarah, melestarikan kebudayaan, memperkuat jaringan persaudaraan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh dan Indonesia. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kajati Aceh, Komandan Korem 011/Lilawangsa, jajaran SKPA, unsur Forkopimda Aceh, tokoh masyarakat, serta keluarga besar KUB Aceh.














