LDP Dinsos Aceh Sentuh Ratusan Penyintas Banjir di Kuala Ceurapee Bireuen
Bireuen – Pemerintah Aceh melalui pelaksanaan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) terus memastikan pemulihan psikologis bagi warga terdampak bencana banjir. Pada Selasa, 17 Desember 2025, kegiatan LDP digelar di Posko Pengungsian Gampong Kuala Ceurapee, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, dengan menyasar kelompok rentan terdampak bencana.
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–12.30 WIB dan 14.00–16.00 WIB, di bawah penanggung jawab Hersie Malahayatie Shandra, dengan dukungan tim pelaksana yang terdiri dari Vici Yulian, A.KS., M.AP., Safriani, S.Psi., M.M., Suri Handayani, S.T., dan Dasuar Murida.
Sebanyak 150 penerima manfaat terlibat dalam kegiatan ini, yang terdiri dari 140 anak, 1 lansia, 1 ibu hamil, serta 8 ibu penyintas banjir. Layanan difokuskan pada pemulihan kondisi psikososial anak-anak dan pendampingan emosional bagi kelompok rentan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, tim LDP menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif untuk anak-anak, seperti bermain bersama, art therapy, permainan kerja sama tim, serta latihan regulasi emosi. Selain itu, tim juga melakukan anjangsana dan pendampingan langsung kepada lansia, ibu hamil, serta ibu-ibu penyintas bencana di sekitar posko.
“Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak berpartisipasi aktif dan antusias mengikuti seluruh rangkaian aktivitas. Sementara itu, lansia dan para ibu penyintas mengaku merasa lebih diperhatikan dan tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ujar tim pelaksana di sela kegiatan.
Sebanyak 150 penerima manfaat terlibat dalam kegiatan ini, yang terdiri dari 140 anak, 1 lansia, 1 ibu hamil, serta 8 ibu penyintas banjir. Layanan difokuskan pada pemulihan kondisi psikososial anak-anak dan pendampingan emosional bagi kelompok rentan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, tim LDP menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif untuk anak-anak, seperti bermain bersama, art therapy, permainan kerja sama tim, serta latihan regulasi emosi. Selain itu, tim juga melakukan anjangsana dan pendampingan langsung kepada lansia, ibu hamil, serta ibu-ibu penyintas bencana di sekitar posko.
“Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak berpartisipasi aktif dan antusias mengikuti seluruh rangkaian aktivitas. Sementara itu, lansia dan para ibu penyintas mengaku merasa lebih diperhatikan dan tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ujar tim pelaksana di sela kegiatan.
Namun demikian, dari hasil pemantauan di lapangan, tim LDP mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu segera ditindaklanjuti. Di antaranya adalah ketersediaan air bersih layak minum, ketiadaan fasilitas toilet di posko pengungsian, serta perlunya kunjungan tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi, khususnya lansia dan ibu hamil.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui koordinasi lintas pihak, melibatkan Dinas Sosial, aparat gampong, pengelola posko utama, serta Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) guna memastikan layanan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, tim merekomendasikan keberlanjutan layanan psikososial bagi anak-anak, serta pelayanan khusus bagi lansia yang sakit dan ibu hamil. Selain itu, diperlukan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas yang berada di luar posko pengungsian.
Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat layanan perlindungan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan menyeluruh pascabencana di Kabupaten Bireuen.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan