Kadinsos Aceh Perkuat Peran Pemuda Dalam Kesiapsiagaan Bencana Di Aceh Tenggara
ACEHANTARA.COM | ACEH TENGGARA – Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., menghadiri sekaligus menjadi narasumber Orasi Ilmiah Kebencanaan pada kegiatan Pengembangan dan Penguatan Kelembagaan Pemuda Tangguh Tanggap Bencana yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh di Lapangan Pemuda Aceh Tenggara, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara.
Kegiatan diawali dengan Apel Siaga Bencana Pemuda Aceh yang diikuti ratusan peserta dari unsur pemuda, organisasi kepemudaan, relawan kebencanaan, serta unsur pemerintah daerah. Momentum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di Aceh.
Dalam orasi ilmiahnya, Budi Afrizal menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Menurutnya, keterlibatan aktif pemuda akan menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya menghadapi risiko bencana.
Ia mengatakan, tantangan kebencanaan yang semakin kompleks menuntut hadirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat pengabdian, tetapi juga dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berorganisasi yang baik. Karena itu, penguatan kelembagaan pemuda menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana,” ujar Budi Afrizal.
Menurutnya, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai program kebencanaan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader-kader pemuda tangguh yang siap bergerak kapan saja saat masyarakat membutuhkan bantuan.
“Penguatan kapasitas pemuda di bidang kebencanaan harus dilakukan secara berkelanjutan. Kami berharap lahir lebih banyak relawan muda yang memiliki kepedulian tinggi, kemampuan yang memadai, dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat dalam situasi bencana maupun upaya mitigasi sebelum bencana terjadi,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Aceh turut menyerahkan bantuan Buffer Stock Logistik Penanggulangan Bencana untuk Kabupaten Aceh Tenggara senilai Rp3.041.813.607. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M. Penyerahan bantuan itu menjadi bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam memperkuat kesiapan logistik kebencanaan daerah sekaligus memastikan ketersediaan bantuan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana secara cepat, tepat, dan terukur.
