Sentra Darussa’adah Gelar Layanan Dukungan Psikososial untuk Korban Banjir di Pidie Jaya
PIDIE JAYA – Kementerian Sosial melalui Sentra Darussa’adah Aceh berkolaborasi dengan Dinas Sosial Aceh menyelenggarakan layanan dukungan psikososial (LDP) bagi para penyintas banjir di Posko Gedung Taheer Foundation, Pidie Jaya, pada 6–7 Desember 2025.
Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Aceh mengakibatkan kerusakan sarana prasarana, korban jiwa, maupun kerugian materiil dan non materiil lain. Hal tersebut menimbulkan luka fisik serta tekanan psikologis yang memerlukan penanganan profesional.

Kepala Sentra Darussa’adah Aceh, Susi Mulyati menyampaikan bahwa kondisi tersebut mendesak untuk segera ditangani bersama.
“Tekanan psikologis yang dialami oleh para penyintas harus segera ditangani dan dipulihkan”, ungkap Susi.
Pihaknya menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat membantu pelaksanaan kegiatan karena program harus dilaksanakan secara menyeluruh dan menggunakan beragam pendekatan.
Layanan ini diharapkan menjadi sarana pemulihan awal bagi kelompok terdampak, terutama anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya yang membutuhkan dukungan dan pendampingan lanjutan.
Sejumlah kegiatan yang dilakukan tim LDP untuk kelompok anak-anak seperti terapi bermain, role play penanaman nilai, dongeng, read aloud, latihan regulasi emosi, hingga art therapy. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu anak mengekspresikan emosi, menenangkan diri, serta menghadirkan rasa aman.
“Dalam sesi terapi bersama anak-anak, kami masih mendapati kondisi dominasi ketakutan, kehilangan dan kesedihan pasca banjir yang mereka alami”, ungkap pekerja sosial Sentra Darussa’adah Erna Dwi Susanti.
Di samping itu, bagi lansia, tim melakukan layanan kunjungan di posko dengan pendampingan khusus, termasuk fisioterapi ringan, untuk membantu pemulihan kondisi fisik serta mengurangi ketegangan akibat bencana.
Bagi kelompok rentan lainnya, pekerja sosial melakukan konseling personal dan pendampingan psikososial dasar. Langkah ini bertujuan memberikan penguatan, membantu korban memahami kondisi yang dialami, serta membangun kembali motivasi setelah peristiwa bencana.
Program LDP ini terselenggara berkat dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial Aceh, Dinas Sosial Pidie Jaya, aparat gampong, serta TAGANA yang turut membantu proses layanan dan koordinasi lapangan.
Melalui rangkaian program tersebut, diharapkan kondisi psikososial penyintas banjir di Pidie Jaya dapat berangsur pulih dan stabil serta kembali mampu menjalani peran fungsi pada kehidupan selanjutnya.



