Budaya

Raker Perdana DPP PPA, Target Lolos Verifikasi KIP Aceh Menuju Pemilu 2029

Ketum PPA Prof Adjunct Dr. Marniati, M.Kes menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Kepala Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Aceh Dr Meurah Budiman SH MH pada pembukaan Raker PPA Tahun 2026 di Plenary Hall UUI (23/2/2026) 

BANDA ACEH – Partai Perjuangan Aceh (PPA) menegaskan komitmennya memperkuat fondasi organisasi melalui Rapat Kerja (Raker) perdana tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai langkah strategis menyongsong tahapan politik menuju Pemilu 2029.

Raker yang digelar di Universitas Ubudiyah Indonesia, Senin (23/2/2026), menjadi momentum bersejarah bagi partai tersebut. Untuk pertama kalinya, forum raker dilaksanakan di tingkat DPP dengan menghadirkan seluruh jajaran pengurus pusat serta perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Ketua Umum PPA, Marniati, menegaskan bahwa target utama perjuangan saat ini adalah memastikan kelulusan verifikasi sebagai partai politik peserta pemilu oleh Komisi Independen Pemilihan Aceh (KIP) Aceh.

“Kelulusan verifikasi menjadi pintu masuk bagi PPA untuk dapat berpartisipasi secara resmi sebagai peserta Pemilu 2029. Dengan lolos verifikasi KIP, kita memiliki ruang untuk berkontribusi dan berpartisipasi secara sah dalam pemilu. Itu menjadi target besar perjuangan PPA saat ini,” ujar Marniati kepada wartawan di sela-sela raker.

Menurutnya, raker perdana ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum konsolidasi menyeluruh guna memperkuat struktur, administrasi, serta kesiapan kader di seluruh Aceh. Soliditas internal dan kelengkapan persyaratan administratif, kata dia, menjadi kunci utama dalam menghadapi tahapan verifikasi faktual maupun administratif.

Selain membahas strategi menghadapi verifikasi, raker juga mengevaluasi progres pembentukan dan penguatan struktur DPD hingga Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK). Pimpinan partai meminta seluruh jajaran daerah memastikan kesiapan dokumen, keanggotaan, serta keberadaan kantor sekretariat sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam forum tersebut, isu keterwakilan perempuan turut menjadi perhatian. Sesuai regulasi, keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam kepengurusan merupakan syarat yang wajib dipenuhi. PPA menyatakan optimistis mampu memenuhi ketentuan tersebut melalui penguatan peran sayap organisasi perempuan, yakni Barisan Perempuan Perjuangan Aceh (BPPA).

Raker PPA menghasilkan 10 pesan prioritas yang menjadi fokus kerja sepanjang 2026. Beberapa poin utama meliputi penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah sebagai syarat verifikasi, peningkatan solidaritas antar-pengurus, serta pelaksanaan kaderisasi untuk membangun kesadaran ideologi dan loyalitas terhadap perjuangan partai.

Di samping itu, PPA menargetkan penguatan citra dan ideologi partai di tengah masyarakat agar kehadirannya dirasakan secara nyata oleh rakyat Aceh. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Ini bukan hanya tentang lolos verifikasi, tetapi tentang membangun harapan dan ruang perjuangan bagi masyarakat Aceh. Kita ingin memastikan PPA hadir sebagai wadah aspirasi yang kuat dan terpercaya,” kata Marniati.

Raker ditutup dengan penegasan komitmen bersama seluruh pengurus untuk bekerja terukur dan terarah dalam menyongsong tahapan verifikasi serta agenda politik menuju Pemilu 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *