Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Demokrat Aceh Usai Musda VI
ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH – Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031, Dr. Sayuti Abubakar, menyampaikan empat pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi setelah Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh. Ia mengajak seluruh kader mengakhiri perbedaan selama proses pemilihan dan kembali bekerja bersama.
Pesan itu disampaikan Sayuti dalam pidato perdananya pada acara Silaturahmi dan Rekonsiliasi bersama Ketua Terpilih di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh, Luengbata, Banda Aceh, Minggu, 20 September 2026.
Empat persoalan yang menjadi sorotan Sayuti adalah struktur organisasi yang belum optimal, regenerasi kader yang belum berjalan maksimal, basis data kader yang belum terintegrasi, serta penguatan basis akar rumput yang dinilainya masih perlu ditingkatkan.
Menurut Sayuti, pembenahan tersebut tidak dapat dilakukan oleh ketua atau pengurus tertentu saja. Seluruh kader harus terlibat dan mengambil bagian dalam membangun kembali kekuatan organisasi.
“Ke depan kita perlu bekerja. Tidak mungkin bekerja sendiri,” kata Sayuti.
Ia mengatakan pembenahan struktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan regenerasi kader. Demokrat Aceh, kata dia, perlu memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda, termasuk kalangan milenial, sekaligus memperkuat jaringan dengan kalangan pesantren.
Langkah itu, menurut Sayuti, menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter Demokrat Aceh sebagai partai nasionalis dan religius.
“Kita kembali bersama. Nasionalis, religius,” ujarnya.
Sayuti juga menekankan pentingnya memperkuat kehadiran partai hingga tingkat akar rumput. Sebagai partai nasional, Demokrat memiliki jaringan yang dapat dikembangkan untuk mendekatkan partai dengan masyarakat di berbagai daerah di Aceh.
Ia menyebut tantangan Demokrat Aceh tidak ringan. Partai tersebut harus berhadapan dengan persaingan antarpartai nasional sekaligus partai lokal yang memiliki basis politik masing-masing.
Karena itu, Sayuti mendorong kader agar lebih aktif menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Sejumlah isu strategis Aceh, termasuk pengelolaan sumber daya alam dan kepentingan Aceh dalam kerangka Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), dinilai perlu mendapat perhatian. Sayuti juga menyampaikan target peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Menurut dia, target tersebut membutuhkan kerja organisasi yang terukur serta konsolidasi kader dari tingkat provinsi hingga akar rumput.
“Yang paling penting nantinya adalah konsolidasi,” ujarnya.
Dalam pidato tersebut, Sayuti turut menyampaikan apresiasi kepada drh. Nurdiansyah Alasta, salah satu kandidat Ketua DPD Partai Demokrat Aceh dalam Musda VI. Ia mengakui keberanian dan militansi Nurdiansyah selama proses pemilihan.
Sayuti mengatakan perbedaan pilihan dalam Musda merupakan bagian dari dinamika demokrasi internal. Setelah proses pemilihan berakhir, ia mengajak seluruh pihak kembali bekerja sebagai satu kesatuan.
“Perbedaan cukup sampai di sini. Ke depan mari sama-sama kita bergandengan tangan, bekerja sama untuk memajukan Demokrat Aceh,” kata Sayuti.














