Mukerprov PMI Aceh, HT. Ibrahim: Kepercayaan Publik Harus Dijaga dengan Kerja Nyata dan Aksi Kemanusiaan.

HT. Ibrahim, S.T., M.M Ketua Panitia Mukerprov sekaligus Anggota DPR RI Komisi III.

ACEH BESAR — Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Tahun 2026 digelar di Aula Hotel Hijrah, Aceh Besar, Senin, 11 Mei 2026. Forum bertema “Menegakkan Solidaritas, Memperkuat Kinerja, Meneguhkan Pengabdian” itu menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi organisasi PMI se-Aceh dalam menghadapi tantangan sosial dan kebencanaan yang terus meningkat.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H.T. Ibrahim yang juga menjabat Wakil Ketua I PMI Aceh sekaligus Ketua Panitia Mukerprov. Hadir pula Ketua PMI Aceh Murdani Yusuf, Bupati Aceh Besar Muharam Idris, serta Pengurus Pusat PMI Sudirman Said yang hadir mewakili Ketua Umum PMI Jusuf Kalla. Acara dibuka oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus.

Dalam laporannya, H.T. Ibrahim yang akrab disapa Ampon Bram menegaskan Mukerprov tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, PMI harus mampu bergerak cepat dan hadir langsung di tengah masyarakat saat terjadi bencana maupun krisis sosial.

“PMI tidak boleh hanya terlihat saat kegiatan formal. Organisasi ini harus hadir paling depan ketika rakyat membutuhkan bantuan, baik dalam kondisi bencana, konflik sosial, maupun keadaan darurat lainnya,” kata Ibrahim.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI, Ibrahim juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kapasitas relawan. Ia menilai kepercayaan masyarakat terhadap PMI hanya dapat dijaga melalui kerja nyata, disiplin organisasi, dan pelayanan kemanusiaan yang profesional.

Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, mengatakan Mukerprov menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi PMI di seluruh Aceh, terutama dalam menghadapi ancaman bencana alam yang hampir setiap tahun terjadi. Menurut dia, solidaritas dan kesiapsiagaan relawan menjadi kekuatan utama PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“PMI Aceh harus terus berbenah dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Tantangan kemanusiaan hari ini semakin kompleks sehingga seluruh jajaran PMI dituntut bekerja lebih cepat, solid, dan profesional,” ujar Murdani

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said mengingatkan agar PMI tetap menjaga independensi dan fokus pada kerja-kerja kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kekuatan PMI terletak pada relawan dan kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui aksi nyata di lapangan.

Mukerprov PMI Aceh 2026 membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi program kerja, penguatan kapasitas relawan, peningkatan pelayanan donor darah, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat peran PMI sebagai garda terdepan pelayanan kemanusiaan di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *