MIN 44 Bireuen Lepas 45 Peserta Didik, Digelar Sederhana Namun Penuh Pesan Moral dan Kekeluargaan

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 44 Bireuen menggelar acara perpisahan peserta didik kelas VI secara sederhana namun penuh haru, Sabtu, 16 Mei 2026.

Acehantara.com | Bireuen – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 44 Bireuen menggelar acara perpisahan peserta didik kelas VI secara sederhana namun penuh haru, Sabtu, 16 Mei 2026. Sebanyak 45 siswa-siswi dari dua kelas resmi dilepas dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing setelah menempuh pendidikan selama enam tahun di madrasah tersebut.

Acara yang berlangsung tanpa kemewahan itu justru menonjolkan nuansa kekeluargaan antara guru, orang tua, dan peserta didik. Dua wali kelas, yakni Muzakir, S.Pd. dan Sri Wahyuni, S.Pd.I, turut mendampingi prosesi pelepasan siswa yang berlangsung khidmat.

Kepala MIN 44 Bireuen Herniati, S.Pd.I. M.Pd, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibangun oleh sekolah semata. Menurutnya, dukungan orang tua dan lingkungan menjadi faktor utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

“Hari ini menjadi bukti bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari kerja sama antara madrasah, orang tua, dan masyarakat. Tanpa dukungan wali murid, kami tidak akan mampu menjalankan amanah pendidikan ini dengan baik,” kata Herniati dalam sambutannya.

Ia juga secara resmi menyerahkan kembali 45 siswa kelas VI kepada orang tua masing-masing. Herniati berharap para lulusan MIN 44 Bireuen tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, cerdas, berakhlak, serta mampu membanggakan keluarga, bangsa, dan agama.

Sementara itu, Kepala MIN 44 Bireuen juga menuturkan perpisahan sederhana tersebut sengaja dikemas tanpa beban berlebihan bagi orang tua murid. Menurutnya, esensi pelepasan siswa bukan pada kemeriahan acara, melainkan penghormatan terhadap proses belajar dan perjuangan anak-anak selama enam tahun.

“Kami ingin acara ini tetap sederhana tetapi penuh makna. Yang paling penting adalah anak-anak bisa merasakan penghargaan atas perjuangan mereka selama belajar di MIN 44 Bireuen,” ujar Herniati, S.Pd.I.M.Pd

Ia juga berpesan agar para siswa terus menjaga nama baik madrasah, menghormati guru dan orang tua, serta tidak berhenti mengejar cita-cita. “Madrasah ini akan selalu menjadi rumah kedua bagi mereka,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *