Hutama Karya Bukukan Laba Rp3,09 Triliun, BP BUMN Dorong Penguatan Tol Trans Sumatra
ACEHANTARA.COM | PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih Rp3,09 triliun, tumbuh 11,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian ini dipaparkan dalam rapat bersama Badan Pengelola BUMN di Jakarta, Kamis (23/4/2026), yang dipimpin Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.
Berdasarkan laporan keuangan audited, kinerja perseroan ditopang penguatan fundamental. Total aset konsolidasi mencapai Rp189,10 triliun per 31 Desember 2025. Ekuitas meningkat 2,3 persen menjadi Rp141,18 triliun. Di sisi lain, utang berbunga berhasil ditekan 15,9 persen menjadi Rp29,99 triliun, dari Rp35,66 triliun pada 2024. Beban keuangan turut turun 24,5 persen, dari Rp1,64 triliun menjadi Rp1,24 triliun.
Segmen pengoperasian jalan tol menjadi motor pertumbuhan tercepat. Perkembangan ini menandai pergeseran model bisnis perseroan dari kontraktor berbasis proyek menuju perusahaan konsesi dengan pendapatan berulang (recurring revenue) yang lebih stabil.
Menanggapi paparan tersebut, Dony Oskaria mengapresiasi capaian Hutama Karya seraya menekankan pentingnya kesinambungan kinerja. “Hutama Karya telah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Kami mendorong agar performa bisnis dan tata kelola terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam agenda yang sama, perseroan menegaskan komitmen pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra sebagai tulang punggung portofolio konsesi jangka panjang. Upaya ini mencakup peningkatan kualitas layanan pada ruas operasional serta pengembangan fitur tol guna memperkuat konektivitas dan mobilitas di Sumatra.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyebut forum bersama BP BUMN sebagai mekanisme penyelarasan strategis yang rutin dilakukan. Menurut dia, ekspansi perusahaan tetap dijalankan dengan disiplin mitigasi risiko.
“Ini pertumbuhan yang dijaga kualitasnya. Laba meningkat, utang menurun, ekuitas menguat. Kami berkomitmen menjaga trajektori ini sebagai fondasi jangka panjang,” kata Koentjoro.
Perseroan juga akan melanjutkan penataan ulang (streamlining) anak usaha secara terukur sesuai arahan BP BUMN. Langkah ini ditujukan untuk memastikan setiap entitas dalam grup memberikan nilai tambah terhadap kinerja konsolidasi, seiring transformasi menuju perusahaan infrastruktur yang lebih fokus dan efisien.
Hutama Karya menegaskan komitmennya menjaga kualitas kinerja, memperkuat tata kelola, serta menghadirkan infrastruktur yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.[]
Dok. Dhika Septa BP BUMN
