GRANAT Aceh Anugerahi Kapolda Aceh Penghargaan atas Komitmen Pemberantasan Narkoba dan Pendekatan Humanis kepada Masyarakat

Ketua DPD GRANAT Aceh, Agusni, S.T Serahkan Penghargaan Gerakan Nasional Anti Narkotika ke Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah pada penutupan penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026, Senin malam, 22 Juni 2026.

ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Aceh memberikan penghargaan kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmennya dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika lintas negara serta upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD GRANAT Aceh, Agusni Usman, S.T., pada malam penutupan Bhayangkara Fest 2026 di Banda Aceh, Senin, 22 Juni 2026.

Dalam piagam penghargaan Nomor 001/PP/GRANAT/DPD-ACEH/VI/2026, Kapolda Aceh dinilai memiliki dedikasi, komitmen, dan capaian luar biasa dalam pemberantasan sindikat perdagangan gelap narkotika lintas negara, serta kontribusi nyata dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Ketua DPD GRANAT Aceh, Agusni, mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja nyata Polda Aceh dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Aceh.

Menurut Agusni, Bhayangkara Fest 2026 menjadi salah satu contoh pendekatan humanis Polri yang berhasil menghadirkan ruang interaksi positif antara aparat kepolisian dan masyarakat.

“Bhayangkara Fest 2026 menunjukkan komitmen Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan religius. Kegiatan ini menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat,” kata Agusni.

Ia menilai beragam kegiatan yang diselenggarakan selama Bhayangkara Fest yang dihadiri 20.000 lebih penonton ini memberikan dampak positif, terutama bagi generasi muda. Kehadiran kajian keislaman yang menghadirkan Ustaz Adi Hidayat, pertunjukan seni budaya, serta berbagai aktivitas kreatif dinilai mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan semangat berprestasi.

“Bhayangkara Fest tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang mendorong anak-anak muda Aceh terlibat dalam kegiatan positif dan produktif. Nilai-nilai yang disampaikan melalui dakwah, budaya, dan kreativitas merupakan modal penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika serta pembentukan karakter generasi bangsa,” ujarnya.

GRANAT Aceh juga mengapresiasi langkah Polda Aceh yang menghadirkan kegiatan bernuansa religius dan edukatif di tengah masyarakat. Menurut Agusni, semangat kebersamaan yang terbangun selama penyelenggaraan Bhayangkara Fest menjadi modal sosial yang penting dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat ukhuwah, serta merawat persatuan masyarakat Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Atas dasar itu, GRANAT Aceh memberikan penghargaan kepada Kapolda Aceh sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen Polda Aceh dalam memberantas narkotika sekaligus membangun ruang publik yang positif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Agusni.

Ketua Umum DPP GRANAT, Prof. Dr. H. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas penghargaan tersebut dan menegaskan bahwa capaian Kapolda Aceh merupakan bukti nyata komitmen serius dalam pemberantasan narkotika.

“Ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga penguatan semangat sinergi seluruh elemen bangsa dalam memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Ketum DPP Granat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *