Dinsos Aceh Berangkatkan Finalis MDI Nasional 2026, Fathir Siap Harumkan Nama Aceh di Purworejo

Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., menerima kunjungan Fathir Hidayadi Finalis MDI Nasional 2026 di ruang kerjanya, Selasa (16/6/2026).

ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH – Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., menerima kunjungan Fathir Hidayadi di ruang kerjanya, Selasa (16/6/2026), menjelang keberangkatannya sebagai finalis Musabaqah Dakwah Islamiyah (MDI) Tingkat Nasional Tahun 2026 cabang Murattal Al-Qur’an yang akan berlangsung di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Fathir merupakan satu-satunya peserta asal Aceh yang berhasil lolos ke tingkat nasional dan selama ini mendapatkan pembinaan di Panti Asuhan UPTD Panti Sosial Disabilitas Bejroh Meukarya (PSDBM) Dinas Sosial Aceh.

Budi Afrizal mengatakan Dinas Sosial Aceh akan memberangkatkan Fathir pada Rabu (17/6/2026) dengan pendampingan petugas UPTD Panti Sosial Disabilitas Bejroh Meukarya (PSDBM) Zulfikar yang mewakili keluarga. Keikutsertaan Fathir pada ajang nasional tersebut menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional.

“Kami berharap Ananda Fathir tetap semangat, percaya diri, dan mampu memberikan penampilan terbaik selama mengikuti perlombaan. Semoga dapat meraih prestasi yang membanggakan serta mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional,” kata Budi Afrizal.

Menurutnya, keberhasilan Fathir menembus babak final nasional merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan pembinaan dan pendampingan. Karena itu, Dinas Sosial Aceh berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi aktif, mandiri, dan berprestasi di berbagai bidang.

Musabaqah Dakwah Islamiyah (MDI) Tingkat Nasional Tahun 2026 akan diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan menjadi ajang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mengembangkan bakat generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, dalam bidang dakwah dan keagamaan.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, berkarya, dan mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *