Dek Fadh Buka Diklat Laskar Gerindra Aceh, Dorong Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Wagub Aceh Fadhlullah atau akrab disapa Dek Fadh menjadi Inspektur Upacara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Aceh yang digelar di Lapangan Jantho Sport Center, Aceh Besar, Jumat (25/9/2026).

ACEHANTARA.COM | Jantho — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Aceh di Lapangan Jantho Sport Center, Aceh Besar, Jumat, 25 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Dek Fadh bertindak sebagai inspektur upacara.

Dek Fadh yang juga Ketua DPD Gerindra Aceh mengatakan diklat tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan kedisiplinan peserta. Menurut dia, kegiatan itu menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus penguatan organisasi.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pendidikan dan latihan secara sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Peserta juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti diklat dalam menjalankan tugas organisasi.

Menurut Dek Fadh, anggota Laskar Gerindra perlu menjaga ketertiban, soliditas, dan kehormatan organisasi. Dalam beraktivitas, kader diminta bersikap santun, menghormati masyarakat, serta mematuhi aturan yang berlaku.

Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya dibangun dari soliditas internal. Kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, kata dia, juga menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang memiliki manfaat sosial.

“Semangat kebersamaan, gotong royong, disiplin, loyalitas terhadap organisasi, dan kepedulian sosial harus menjadi nilai yang terus ditanamkan dalam diri setiap kader,” ujar Dek Fadh.

Dalam kesempatan itu, Dek Fadh juga mengajak para kader memahami dan ikut mengawal berbagai agenda pembangunan nasional. Di antaranya swasembada pangan dan energi, Makan Bergizi Gratis, penguatan pendidikan dan kesehatan, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan perumahan rakyat, penguatan ekonomi desa dan koperasi, serta pembangunan infrastruktur.

Khusus di Aceh, ia mendorong agar berbagai program pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut dia, potensi Aceh di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, energi, pariwisata, ekonomi syariah, dan sumber daya alam perlu dikembangkan secara optimal.

Pengembangan berbagai sektor tersebut, kata Dek Fadh, diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga tingkat gampong. Karena itu, kader dinilai perlu memahami kondisi dan potensi daerah di tempat mereka berada.

“Karena itu, kader harus mampu hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, menyerap aspirasi, dan ikut memberikan solusi secara nyata,” katanya.

Dek Fadh menambahkan, kualitas organisasi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota. Kualitas sumber daya manusia, kekompakan, integritas, dan kemampuan setiap kader menjalankan tanggung jawab secara baik juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan serta peran organisasi di tengah masyarakat. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *