Buka SYAFIF Goes to Aceh, Sekda Dorong Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah
ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH — Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, membuka Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Aceh.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakannya, Taufik menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah Aceh juga mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku industri jasa keuangan syariah, asosiasi, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Gubernur, penguatan ekonomi syariah memiliki arti strategis bagi Aceh karena nilai-nilai syariat Islam telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Nilai tersebut perlu diterapkan dalam kegiatan ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkeadilan.
Aceh meraih sembilan penghargaan dalam Anugerah Adinata Syariah 2026. Penghargaan itu mencakup bidang literasi dan inklusi keuangan syariah, pariwisata ramah Muslim, inkubasi bisnis syariah, ekonomi pesantren, keuangan mikro syariah, hingga pengembangan kuliner halal.
Namun, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan. Pengembangan ekonomi syariah perlu diperkuat agar membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan pemahaman keuangan generasi muda, serta mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan pengembangan produk unggulan Aceh.
“Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan, generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, serta kemandirian ekonomi pesantren dan pengembangan produk unggulan Aceh melalui industri halal semakin meningkat,” ujar Taufik saat membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur mengajak masyarakat memanfaatkan SYAFIF Goes to Aceh untuk mengenal produk dan layanan keuangan syariah, berkonsultasi, memperluas pengetahuan, serta menjajaki peluang kerja sama dan pengembangan usaha.
Pemerintah Aceh, kata dia, akan terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, lembaga keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi syariah.
Melalui kolaborasi tersebut, ekonomi syariah diharapkan mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.
SYAFIF Goes to Aceh diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengakses informasi dan layanan keuangan syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.















Tinggalkan Balasan