Bhayangkara Fest 2026 Dinilai Perkuat Kebersamaan Polri dan Masyarakat Aceh
ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH – Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, mengajak masyarakat menyukseskan Bhayangkara Fest 2026 yang akan digelar oleh Polda Aceh pada 19–22 Juni 2026 di Lapangan Merah Polda Aceh, Banda Aceh. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat Aceh.
Festival dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara itu akan menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari kajian Islam bersama Ustaz Adi Hidayat, hiburan musik, hingga berbagai perlombaan. Suryadi menilai rangkaian acara tersebut dapat mempererat hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat.

“Mari bersama-sama memeriahkan Bhayangkara Fest 2026 sebagai ajang kebersamaan, hiburan, edukasi, dan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” kata Suryadi.
Menanggapi polemik yang muncul menjelang pelaksanaan kegiatan, Suryadi berpendapat keberatan terhadap acara semestinya disampaikan sejak tahap perencanaan, bukan ketika kegiatan telah mendekati pelaksanaan.
“Jika memang ada keberatan, seharusnya disampaikan sejak awal. Jangan ketika acara sudah siap dilaksanakan baru muncul penolakan. Ini penting agar diskusi bisa berjalan lebih sehat dan konstruktif,” ujarnya.
Ia juga menilai Polda Aceh memahami ketentuan dan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh sehingga tidak akan mengabaikan aspek tersebut dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.
“Polisi tentu paham aturan di Aceh. Saya yakin Polri, khususnya Polda Aceh, tetap menjunjung tinggi syariat Islam dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.
Menurut Suryadi, komitmen tersebut tercermin dari upaya panitia menjaga pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 agar tetap sesuai norma yang berlaku, termasuk dengan pemisahan area laki-laki dan perempuan demi menjaga ketertiban serta kepatuhan terhadap syariat.
Selain sebagai sarana hiburan, ia menilai kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Acara seperti ini bukan sekadar hiburan. Ada dampak ekonomi yang nyata. Pedagang kecil, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya,” ujar Suryadi.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026 di lingkungan Polda Aceh dapat memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat.
“Kita melihat Polda Aceh hadir sebagai institusi yang ramah, dekat dengan masyarakat, dan tidak selalu dipandang dengan rasa takut. Karena itu, kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Markas Polda Aceh,” katanya.
Suryadi juga menilai kegiatan serupa yang pernah digelar sebelumnya berlangsung kondusif dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Karena itu, ia mempertanyakan munculnya penolakan terhadap pelaksanaan kegiatan tahun ini.
“Jika yang dipersoalkan adalah potensi pelanggaran syariat, maka semua bentuk kegiatan publik semestinya dinilai dengan standar yang sama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rangkaian Bhayangkara Fest 2026 tidak hanya berisi hiburan, tetapi juga kegiatan keagamaan, termasuk ceramah yang akan disampaikan Ustaz Adi Hidayat.
“Ini menunjukkan kegiatan tersebut tidak semata soal hiburan, tetapi juga memiliki unsur edukasi dan dakwah,” katanya.
Suryadi menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak menyelesaikan perbedaan pandangan melalui dialog yang sehat dan saling menghormati.
“Saya percaya Polri sangat menghormati ulama Aceh. Karena itu, mari selesaikan perbedaan pandangan ini melalui dialog yang sehat, saling menghormati, dan tetap menjaga persatuan masyarakat Aceh,” ujarnya. []



