BMKG Prediksi Hujan Tiga Hari di Aceh Utara, Ayah Wa Imbau Warga Waspadai Banjir

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil alias Ayah Wa.

ACEH UTARA | ACEHANTARA.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Aceh bagian timur dan utara masih diguyur hujan dalam tiga hari ke depan, 20–22 September 2026. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, tanah longsor, angin kencang, dan banjir rob.

Informasi prakiraan cuaca BMKG Malikussaleh yang disampaikan pada Ahad, 20 September 2026, menyebutkan Aceh Utara berpotensi mengalami hujan ringan. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Timur. Sementara Kota Langsa diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Prakiraan hujan ringan masih berlanjut pada Senin, 21 September 2026, di Aceh Utara dan sejumlah wilayah lainnya. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi pada Selasa, 22 September 2026.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perkembangan cuaca, terutama potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dalam prakiraan cuaca ekstrem tiga harian, Aceh termasuk wilayah yang mendapat peringatan kewaspadaan hujan sedang hingga lebat.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memahami potensi bencana di lingkungan masing-masing.

“Kami meminta warga, khususnya yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) seperti Krueng Sawang, Krueng Peuto, Krueng Pirak, Krueng Pase, dan Krueng Jambo Aye, agar segera mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi jika hujan deras berlangsung lebih dari dua jam,” kata Ayah Wa.

Menurut dia, warga yang tinggal di kawasan rawan banjir perlu memantau kondisi sungai dan lingkungan sekitar, terutama ketika hujan berlangsung dalam waktu lama. Langkah sederhana seperti mengamankan barang berharga dan menyiapkan kebutuhan penting dinilai perlu dilakukan sebelum kondisi memburuk.

Pemkab Aceh Utara juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda kenaikan debit air sungai. Warga diminta segera berkoordinasi dengan aparatur desa dan petugas terkait jika kondisi di lingkungan mulai membahayakan.

Kesiapsiagaan tersebut sejalan dengan imbauan Pemerintah Aceh melalui Surat Nomor 300.2/11114 tertanggal 14 September 2026. Surat itu meminta bupati dan wali kota se-Aceh meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan intensitas curah hujan dalam beberapa bulan ke depan berdasarkan informasi BMKG.

Pemkab Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak lengah. Warga diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah serta segera melakukan langkah evakuasi apabila kondisi di wilayah tempat tinggal mulai mengancam keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *