Illiza Raih Penghargaan Wali Kota Penggerak Inovasi Daerah di SMSI Aceh Awards 2026
ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meraih penghargaan Wali Kota Penggerak Inovasi Daerah dalam ajang SMSI Aceh Awards 2026 yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara SMSI Aceh Awards 2026 di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam, 5 September 2026.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai terobosan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengembangkan potensi masyarakat, serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan warga.
Lima program unggulan menjadi sorotan dalam penghargaan tersebut, yakni Banda Aceh Academy, Puskesmas Keliling, Seniman Masuk Sekolah, Dokter Saweu Sikula, serta penetapan Banda Aceh sebagai Kota Parfum.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, menyambut positif penghargaan tersebut. Ia menilai penghargaan dari SMSI Aceh merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Penghargaan ini milik seluruh warga dan jajaran pemerintahan kota. Kelima program inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan warga secara nyata, mulai dari pengembangan potensi masyarakat, layanan kesehatan yang semakin dekat, pelestarian budaya, hingga peningkatan kualitas lingkungan kota,” ujar Muhammad Zubir, Senin, 7 September 2026.
Menurut Zubir, penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Pemerintah Kota Banda Aceh akan menjadikannya sebagai dorongan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus melahirkan inovasi baru yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pemko Banda Aceh juga berkomitmen memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas lima program unggulan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kita berharap inovasi-inovasi ini tidak hanya berjalan sesaat, tetapi dapat terus berkelanjutan dan menjadi bagian dari pembangunan kota yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing,” kata Zubir.
Selain memperkuat program yang telah berjalan, Pemerintah Kota Banda Aceh membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan gagasan serta inovasi baru.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi di Banda Aceh. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah kota diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai terobosan yang menjawab kebutuhan warga.
Penghargaan SMSI Aceh Awards 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memastikan inovasi yang telah digagas terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.[]













