ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH — Bagi anak-anak, mengenal Nabi Muhammad SAW tidak harus selalu melalui cerita panjang. Di TK Save The Kids Banda Aceh, nilai keteladanan Rasulullah diperkenalkan melalui cara yang dekat dengan dunia mereka: belajar, bertanya, berbagi, berdoa dan bermain bersama.
Semangat itu hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di lingkungan TK Save The Kids Banda Aceh, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif dengan memadukan pembelajaran keagamaan, pengenalan budaya Aceh serta kepedulian sosial.
Anak-anak diajak mengenal Rasulullah SAW sebagai sosok teladan dalam kehidupan. Nilai keimanan, kasih sayang, kejujuran, menghormati orang tua dan kepedulian terhadap sesama diperkenalkan melalui kegiatan yang disesuaikan dengan usia peserta didik.
Kepala TK Save The Kids Banda Aceh, Elvinar Ibrahim, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan peringatan Maulid menjadi momentum untuk mengenalkan nilai-nilai agama kepada anak sejak dini melalui pengalaman yang menyenangkan dan mudah dipahami.
“Maulid tahun ini kita buat lebih meriah, tetapi tetap dalam konsep belajar. Anak-anak kita kenalkan tentang Rasulullah, keteladanan beliau, sekaligus budaya Aceh melalui kebersamaan dan tradisi memasak kuah beulangong,” kata Elvinar.
Hidangan khas Aceh, seperti kuah beulangong dan masakan tradisional lainnya, tidak sekadar disajikan sebagai santapan, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran budaya. Anak-anak diperkenalkan pada nilai kebersamaan, gotong royong dan berbagi yang telah lama hidup dalam masyarakat Aceh.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan zikir dan doa bersama. Suasana keagamaan semakin terasa ketika guru, anak-anak, orang tua dan keluarga besar sekolah bersama-sama memanjatkan doa untuk keberkahan serta kebaikan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid tersebut. TK Save The Kids turut memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. Bagi peserta didik, kegiatan ini menjadi pengalaman nyata bahwa memperingati kelahiran Rasulullah juga dapat diwujudkan dengan kepedulian dan berbagi kepada sesama.
Bagi anak-anak, berbagi menjadi pelajaran sederhana yang memiliki makna besar. Mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga dapat tumbuh ketika seseorang mau memberikan perhatian, kasih sayang dan bantuan kepada orang lain.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika anak-anak berani mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan seputar Rasulullah SAW. Peserta yang mampu menjawab mendapatkan hadiah. Cara tersebut membuat anak tidak sekadar menjadi pendengar, tetapi terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Elvinar mengatakan pendekatan interaktif sengaja diterapkan agar anak memiliki pengalaman positif ketika belajar tentang agama.
“Harapannya, mereka bukan hanya mengenal nama Rasulullah, tetapi juga mengenal akhlaknya dan mulai belajar mencontoh perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Peringatan Maulid juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara keluarga besar TK Save The Kids, orang tua, warga sekitar, mitra pendidikan dan masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses membentuk karakter anak yang peduli, santun dan memiliki rasa cinta terhadap lingkungan serta budaya daerahnya.
Salah seorang orang tua mantan murid TK Save The Kids mengapresiasi konsep kegiatan yang melibatkan anak secara aktif. Menurut dia, mengenalkan Rasulullah sejak dini bukan hanya tentang mengetahui kisah beliau, tetapi juga membiasakan anak memahami kejujuran, menghormati orang tua, menyayangi sesama dan membantu orang lain.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., berharap kegiatan keagamaan seperti Maulid terus dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
“Semoga kegiatan ini bukan hanya menjadi kegiatan tahunan. Anak-anak kita mengenal Rasulullah, mencintai Rasulullah dan sejak dini belajar meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, unsur Kecamatan Jaya Baru, Kapolsek Jaya Baru, Danposramil Jaya Baru, Keuchik Lamteumen Timur beserta aparatur desa, Ketua HIMPAUDI Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh, Ketua IGTKI Kota Banda Aceh, Ketua K3S PAUD, serta sejumlah mitra dan undangan lainnya.
