ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH — Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh, H Aiyub bin Abbas atau Abuwa, meminta seluruh kader dan pengurus Partai Aceh menjaga kekompakan serta menghindari konflik internal yang dapat mengganggu soliditas organisasi.
Hal itu disampaikan Abuwa saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Aceh 2026 di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Jumat malam, 18 September 2026.
Dalam sambutannya, Abuwa mengatakan Rapim menjadi momentum untuk menyatukan kembali visi dan misi sekaligus memperkuat komunikasi antarstruktur Partai Aceh, baik di tingkat pusat maupun kabupaten/kota.
Ia meminta setiap persoalan yang muncul di daerah, terutama terkait kepengurusan, diselesaikan terlebih dahulu melalui komunikasi dan musyawarah sebelum dibawa ke tingkat DPP.
“Jangan ribut-ribut. Karena musuh kita saat ini bukan dari luar, tapi justru dari dalam karena kita tidak bersatu,” kata Abuwa.
Menurut dia, persoalan internal di tingkat daerah sebaiknya tidak langsung dibawa ke DPP. Pimpinan Partai Aceh di kabupaten/kota diminta mencari jalan keluar melalui musyawarah dengan mengedepankan komunikasi.
“Kalau ada persoalan di daerah, selesaikan dulu secara musyawarah. Jangan sedikit-sedikit dibawa ke DPP,” ujarnya.
Abuwa mengatakan Partai Aceh merupakan satu keluarga sehingga setiap perbedaan dan persoalan semestinya diselesaikan secara bersama. Ia mengingatkan agar persoalan kepengurusan tidak berkembang menjadi konflik antarstruktur.
“Kita ini satu keluarga. Kalau ada masalah, kita duduk bersama, kita bicarakan dan kita cari jalan keluarnya,” katanya.
Ia mengatakan konsolidasi internal menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan Rapim dan Bimtek Partai Aceh 2026. Forum tersebut diharapkan dapat menyamakan langkah seluruh jajaran sekaligus memperkuat organisasi menghadapi berbagai agenda ke depan.
“Kita ingin menyatukan kembali visi dan misi kita. Jangan karena persoalan-persoalan kecil kemudian kita terpecah,” ujar Abuwa.
Menurut Abuwa, kekompakan kader merupakan modal penting bagi Partai Aceh dalam menjalankan agenda organisasi dan politik. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus tidak membiarkan perbedaan internal mengganggu tujuan partai.
“Kalau kita tidak kompak, bagaimana kita bisa menjalankan tujuan partai?” katanya.
Dalam kesempatan itu, Abuwa juga menyampaikan Ketua DPP Partai Aceh Muzakir Manaf atau Mualem tidak dapat menghadiri Rapim karena sedang menjalani pengobatan.
Menurut Abuwa, Mualem telah memberikan kepercayaan kepada jajaran pengurus untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di internal Partai Aceh melalui forum Rapim.
“Dalam Rapim ini, Mualem juga menyerahkan kepada kita untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada di Partai Aceh,” kata Abuwa.
Karena itu, ia meminta peserta Rapim memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang untuk membahas berbagai persoalan secara terbuka dan mencari penyelesaian bersama, bukan memperbesar perbedaan.
“Ini kesempatan kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Jangan kita bawa persoalan itu menjadi konflik,” ujarnya.
Abuwa berharap Rapim dan Bimtek Partai Aceh 2026 menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh kabupaten dan kota di Aceh.
“Yang paling penting adalah kita tetap bersatu, tetap kompak dan tetap menjalankan apa yang menjadi tujuan partai,” katanya.
Rapim dan Bimtek Partai Aceh 2026 diikuti para ketua DPW Partai Aceh kabupaten/kota, kader, serta pengurus partai. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 21 September 2026.
