ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si, melepas Kafilah Aceh yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-31 di Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis, 3 September 2026.
Dalam sambutannya, Taufik mengapresiasi kerja Dinas Syariat Islam Aceh, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh, pelatih, official, dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan para peserta. Ia meminta kafilah tampil percaya diri dan mengerahkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.
“Berangkatlah dengan niat yang baik, keyakinan, ketekunan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Aceh. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kelancaran, dan kemampuan sehingga seluruh peserta dapat tampil optimal serta meraih prestasi yang membanggakan,” kata Taufik.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan, disiplin, serta nama baik Aceh selama mengikuti MTQ Nasional. Menurut Taufik, para peserta tidak hanya membawa misi prestasi, tetapi juga menjadi duta daerah yang mencerminkan nilai-nilai Islami dan budaya Aceh.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh sekaligus Ketua Kafilah, Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., melaporkan bahwa Aceh mengirim peserta pada seluruh cabang yang diperlombakan. Kafilah Aceh terdiri atas 58 peserta, 14 pelatih, dan 9 official, sehingga total berjumlah 81 orang. Seluruh anggota kafilah telah menjalani berbagai tahapan pembinaan dan training sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQN ke-31.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Aceh, Dr. H. Hajarul Akbar, M.A., menilai pembinaan peserta perlu dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Ia mencontohkan keberhasilan Aceh meraih peringkat keempat pada MTQ Nasional 2003 di Kalimantan Tengah yang ditopang program pembinaan intensif selama delapan bulan.
Menurut Hajarul, pengalaman tersebut dapat menjadi acuan dalam menyusun roadmap pembinaan jangka panjang, terutama karena Aceh diproyeksikan menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 2028. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak terbebani oleh tekanan kompetisi dan tetap fokus pada kemampuan yang telah dipersiapkan.
Pemerintah Aceh menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan Tilawatil Qur’an melalui pembinaan yang terukur dan berkesinambungan. Melalui partisipasi pada MTQN ke-31, Kafilah Aceh diharapkan mampu mengukir prestasi sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat nasional.
