Site icon Aceh Antara

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Bencana dan Alat Bantu Disabilitas ke Subulussalam

Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal., S.KM., M.KM mewakili Gubernur Aceh menyerahkan bantuan bufferstock penanggulangan bencana dan alat bantu untuk penyandang disabilitas yang diterima langsung oleh Bupati Kota Subulussalam. Selasa (14/9/2026).

ACEHANTARA.COM | SUBULUSSALAM — Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan bufferstock penanggulangan bencana dan alat bantu untuk penyandang disabilitas di Kota Subulussalam. Bantuan tersebut diserahkan Senin, 14 September 2026, di Kantor Wali Kota Subulussalam.

Bantuan dari Pemerintah Aceh itu diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM mewakili Gubernur Aceh diterima Wali Kota Subulussalam M. Rasyid Bancin. Penyerahan turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan, SDM dan Hubungan Kerja Sama Dr. Husnan, S.T., M.P., Kepala Dinas Sosial Kota Subulussalam Ir. Taufit Hidayat, M.M., serta jajaran Dinas Sosial Aceh.

Untuk kebutuhan penanggulangan bencana, Pemerintah Aceh menyerahkan bufferstock senilai Rp1.258.243.996. Bantuan ini disiapkan untuk memperkuat persediaan logistik daerah sehingga dapat segera digunakan apabila terjadi bencana atau kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Selain logistik bencana, Pemerintah Aceh juga memberikan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Bantuan tersebut berupa kursi roda, tongkat ketiak, tongkat empat kaki dan alat bantu dengar.

Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Aceh terhadap kebutuhan masyarakat di daerah. Menurut dia, pemerintah harus hadir tidak hanya ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga dengan menyiapkan langkah antisipasi sejak awal.

“Kalau bufferstock tersedia, pemerintah daerah bisa lebih cepat bergerak ketika terjadi bencana. Ini yang terus kita perkuat bersama kabupaten dan kota, sesuai dengan arahan Gubernur Aceh” kata Budi.

Ia mengatakan kesiapsiagaan bencana membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah Aceh, pemerintah daerah dan masyarakat harus memiliki koordinasi yang baik agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat ketika terjadi keadaan darurat.

Budi juga menekankan pentingnya perhatian kepada penyandang disabilitas. Menurut dia, bantuan alat bantu bukan sekadar pemberian barang, tetapi diharapkan dapat membantu penerima manfaat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan mandiri.

“Ini bagian dari pelayanan sosial. Kita ingin masyarakat yang membutuhkan, termasuk penyandang disabilitas, tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Budi menambahkan, perhatian terhadap masyarakat tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah atau Mualem-Dek Fadh untuk memperkuat pelayanan pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semangatnya adalah bagaimana pemerintah benar-benar hadir dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Bantuan seperti ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Subulussalam M. Rasyid Bancin menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Aceh. Ia menilai bantuan bufferstock sangat membantu pemerintah kota dalam mempersiapkan kebutuhan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Menurut Rasyid, bantuan alat bantu disabilitas juga memiliki arti penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia berharap kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Subulussalam terus berjalan dalam berbagai bidang pelayanan sosial.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah Aceh mendorong agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Melalui dukungan tersebut, Pemerintah Aceh kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana sekaligus memberikan pelayanan sosial yang lebih dekat dengan masyarakat, sejalan dengan semangat pembangunan Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh.

Exit mobile version