Site icon Aceh Antara

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran di Aceh Tenggara

Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM menindaklanjuti arah Mualem - Dek Fadh menyerahkan Bantuan Rp323,5 Juta untuk Warga Terdampak Kebakaran kepada Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., Jumat (18/9/2026).

ACEHANTARA.COM | ACEH TENGGARA | Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp323,5 juta kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.

Bantuan tersebut diserahkan Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., kepada Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., Jumat (18/9/2026), di halaman Kantor Bupati Aceh Tenggara.

Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan Pemerintah Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), agar pemerintah hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak musibah.

Arahan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan masyarakat yang mengalami bencana mendapatkan penanganan dan bantuan sesuai kebutuhan, khususnya pada masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.

Penyerahan bantuan turut disaksikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara, Bahagiawati, S.Pd., M.AP., serta unsur terkait lainnya.

Musibah kebakaran terjadi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di Desa Bambel Gabungan. Berdasarkan pendataan BPBD Aceh Tenggara, sebanyak 13 rumah terdampak, terdiri atas 10 rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah rusak ringan.

Peristiwa tersebut berdampak terhadap 13 kepala keluarga atau 59 jiwa. Dalam kejadian itu tidak terdapat korban jiwa.

Budi Afrizal mengatakan, Pemerintah Aceh terus berupaya memastikan masyarakat yang terdampak bencana memperoleh perhatian dan dukungan, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak setelah terjadinya musibah.

“Bantuan ini merupakan arahan pimpinan Pemerintah Aceh, Mualem dan Dek Fadh, sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu proses pemulihan,” ujar Budi.

Menurut Budi, bantuan yang disalurkan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang, tetapi juga mendukung kebutuhan keluarga serta perbaikan tempat tinggal warga yang terdampak kebakaran.

Dukungan untuk Pemulihan Warga

Bantuan yang disalurkan Pemerintah Aceh meliputi Bahan Bangunan Rumah (BBR), pangan, sandang, peralatan dapur keluarga, Family Kit, dan Kids Ware.

Untuk kebutuhan perbaikan rumah, bantuan BBR terdiri atas 150 kotak paku seng, 150 lembar seng, 150 kotak paku triplek, dan 150 lembar triplek mica.

Sementara bantuan pangan meliputi air mineral, biskuit, kecap, mi instan, minyak goreng, sambal, dan sarden. Bantuan sandang berupa jilbab dewasa, kain sarung, mukena dewasa, serta selimut juga disiapkan bagi warga terdampak.

Selain itu, Pemerintah Aceh menyerahkan 20 paket peralatan dapur keluarga yang berisi berbagai perlengkapan untuk menunjang kebutuhan rumah tangga warga setelah mengalami musibah.

Dukungan lainnya berupa 20 paket Family Kit dan 20 paket Kids Ware yang diperuntukkan bagi kebutuhan keluarga dan anak-anak terdampak.

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., menerima bantuan tersebut sebagai bagian dari dukungan Pemerintah Aceh kepada masyarakat Aceh Tenggara yang sedang menjalani masa pemulihan pascakebakaran.

Penyaluran bantuan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam menangani masyarakat terdampak bencana.

Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati, S.Pd., M.AP., bersama jajaran terkait turut mendampingi proses penyerahan dan memastikan bantuan dapat diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Aceh berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membantu mempercepat pemulihan setelah kehilangan dan kerusakan akibat kebakaran.

Bagi Pemerintah Aceh, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat menghadapi musibah bukan hanya tentang menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan warga tidak berjalan sendiri dalam melewati masa sulit.

Melalui koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten, penanganan masyarakat terdampak diharapkan dapat berlangsung secara terpadu hingga proses pemulihan berjalan dengan baik.

Exit mobile version