ACEHANTARA.COM | ACEH BESAR — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, HT Ibrahim, S.T., M.M., menerima kunjungan rombongan Sekretariat Jenderal DPR RI di Rumah Aspirasi, Desa Lieue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Selasa malam, 27 Oktober 2026. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan.
Malam itu, HT Ibrahim menjamu para tamunya dengan hidangan khas Aceh, antara lain kuah beulangong dan kuah ungkot paya. Sajian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Aceh sekaligus menciptakan suasana akrab di antara para tamu.
Dalam sambutannya, HT Ibrahim berbagi cerita tentang perjalanan hidup dan karier politiknya. Ia memperkenalkan dirinya melalui kisah sederhana tentang perjuangan, mulai dari latar belakang keluarga hingga menapaki dunia usaha dan kemudian terjun ke politik.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Sipil, Ibrahim menekuni pekerjaan sebagai kontraktor. Perjalanan itu kemudian membawanya terlibat dalam politik dan terpilih sebagai anggota DPRK Aceh Besar. Ia selanjutnya mengabdi selama dua periode di DPR Aceh sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat hingga 2024.
Pada Pemilu 2024, Ibrahim maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh I. Ia kemudian menjadi anggota Komisi III DPR RI melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), menggantikan Teuku Riefky Harsya yang meninggalkan kursi parlemen setelah menjabat Menteri Ekonomi Kreatif.
Ibrahim menyampaikan bahwa perjalanan tersebut merupakan bagian dari proses panjang yang ia jalani. Dengan latar belakang keluarga sederhana, ia ingin menunjukkan bahwa pengabdian dan kesempatan untuk berkontribusi kepada masyarakat dapat tumbuh melalui kerja keras serta ketekunan.
Suasana pertemuan semakin cair ketika Ibrahim memperkenalkan istrinya, Rida Ariani, A.Mk., beserta anak-anak mereka kepada rombongan. Canda dan tawa pun mewarnai perbincangan, menciptakan suasana yang lebih dekat di luar rutinitas pekerjaan dan agenda kelembagaan.
Bagi H.T Ibrahim, Rumah Aspirasi tidak hanya menjadi tempat menerima masyarakat dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan, tetapi juga ruang untuk membangun silaturahmi. Menurutnya, hubungan yang baik dapat tumbuh melalui percakapan sederhana, saling mengenal, dan menghargai latar belakang masing-masing.
Pertemuan tersebut ditutup dalam suasana penuh keakraban dengan hidangan khas Aceh dan perbincangan santai. Melalui jamuan itu, Ibrahim memperlihatkan sisi personal seorang wakil rakyat sekaligus memperkenalkan tradisi menjamu tamu yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh.
