ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. T. Ibrahim, S.T., M.M mengajak masyarakat memperkuat pengawasan terhadap peredaran narkoba hingga tingkat gampong. Ajakan itu disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama pemilik Taufik Kupi, Abon H. Taufik, di kawasan Pocut Baren, Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu malam, 24 Oktober 2026.
Kegiatan bertema “Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah SAW” tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap ancaman narkotika yang menyasar masyarakat, terutama generasi muda di Aceh.
Dalam sambutannya, Ampon Bram mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah mengancam masa depan generasi muda, termasuk pelajar tingkat SMP dan SMA. Ia meminta orang tua, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan aparatur gampong meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi tentang bahaya narkoba sejak dini.
Mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat, Ngopi Yes, Narkoba No”, Ampon Bram mengajak masyarakat menjadikan budaya ngopi sebagai ruang membangun persaudaraan dan menyebarkan pesan positif. Menurut dia, kebersamaan harus menjadi kekuatan untuk melindungi generasi muda dari pengaruh narkotika.
Ampon Bram juga meminta masyarakat tidak takut melaporkan dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkoba kepada kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.
Ia mengaku prihatin atas terungkapnya kasus pabrik sabu berskala besar di Aceh. Menurut Ampon Bram, kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen masyarakat, terutama karena Aceh dikenal sebagai Serambi Makkah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang bermitra dengan aparat penegak hukum, Ampon Bram menekankan pentingnya sinergi masyarakat, kepolisian, BNN, dan pemerintah dalam memberantas narkoba. Ia juga mengimbau keluarga yang anggotanya mengalami ketergantungan narkotika agar mencari bantuan dan mengakses layanan rehabilitasi, bukan mengucilkan mereka.
Sementara itu, pemilik Taufik Kupi, Abon H. Taufik, mengatakan Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan menyambut kebersamaan dengan penuh kegembiraan. Ia mengingatkan bahwa kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya patut menjadi teladan dan kita wujud dalam kehidupan sehari-hari.
Penceramah Abu Muhammad Leubok, pimpinan Pesantren Darul Aman, Aceh Besar, mengajak masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup. Menurut dia, peringatan Maulid tidak sekadar menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga kesempatan memperkuat keimanan dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi 1448 H tersebut dihadiri Kepala BNN Aceh, Kapolresta Banda Aceh, anggota DPRA, anggota DPRK Banda Aceh dan Aceh Besar, ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan pelanggan Taufik Kupi. Ampon Bram berharap momentum Maulid dapat memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga keluarga dan generasi penerus dari bahaya narkoba.
