ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menerima piagam penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh atas kontribusi dan komitmennya dalam memperkuat ekosistem statistik sektoral melalui koordinasi, kolaborasi, serta penyediaan data berkualitas.
Penghargaan tersebut diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., dalam kegiatan evaluasi yang berlangsung di Banda Aceh, 7 Oktober 2026. Piagam diserahkan secara simbolis oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT., M.T., mewakili Pemerintah Aceh.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran Distanbun Aceh dalam mendukung penguatan statistik sektoral, khususnya melalui penyediaan data pertanian dan perkebunan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data sektoral memiliki peran penting dalam perencanaan pembangunan, termasuk penyusunan program pertanian, pengembangan perkebunan, dan peningkatan kesejahteraan petani. Ketersediaan data yang berkualitas juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Azanuddin menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia mengatakan, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Distanbun Aceh, mulai dari tingkat provinsi hingga petugas penyuluh di 23 kabupaten/kota.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh keluarga besar Distanbun Aceh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas data, karena data yang baik akan mendukung lahirnya kebijakan yang lebih tepat bagi kesejahteraan petani Aceh,” kata Azanuddin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala BPS dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Agenda ini juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), salah satu kegiatan statistik nasional yang diselenggarakan BPS.
Melalui penghargaan ini, Distanbun Aceh diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan BPS dan meningkatkan kualitas pengelolaan data sektoral sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan di Aceh.
