Kapolda Aceh Tinjau Prolat Kewilayahan di SPN Seulawah, Dorong Peningkatan Kompetensi Personel
ACEHANTARA.COM | Banda Aceh — Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, mengunjungi Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh di kawasan Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa, 9 Juni 2026. Dalam kunjungan yang turut didampingi Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, Kapolda meninjau pelaksanaan Program Pelatihan (Prolat) Kewilayahan Tahun Anggaran 2026 sekaligus memberikan arahan kepada peserta pelatihan.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan berjalan optimal guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri. Selama berada di SPN, Kapolda meninjau ruang belajar, fasilitas pendidikan, serta berbagai sarana pendukung yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan. Menurut Joko, peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan didukung fasilitas yang memadai.

Selain meninjau sarana pendidikan, Kapolda juga berdialog dengan peserta pelatihan dan memberikan arahan kepada 250 peserta Prolat Kewilayahan yang berlangsung pada 8–13 Juni 2026 di aula SPN Polda Aceh. Program tersebut merupakan bagian dari pendidikan dan pelatihan Polri yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan personel di berbagai bidang tugas, mulai dari penanganan objek vital, intelijen, provos, teknologi informasi kepolisian, hingga pengelolaan administrasi dan sumber daya organisasi.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya disiplin, integritas, profesionalisme, serta peningkatan kemampuan personel dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang terus berkembang. Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal untuk memperkuat kompetensi dan kualitas kinerja di satuan masing-masing.
“Pelatihan ini harus menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk meningkatkan kapasitas diri sesuai bidang tugas masing-masing. Kompetensi yang diperoleh selama pelatihan harus mampu diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Joko mengutip arahan Kapolda.
Joko menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan Polri yang presisi, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pelatihan kewilayahan diharapkan dapat menghasilkan personel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga mampu menjaga profesionalisme, etika, dan kepercayaan publik dalam menjalankan tugas kepolisian sehari-hari.



