Hendra Kurniawan Menang Telak di Muscab IDI Banda Aceh, Thogam: Selamat atas Amanah Besar

Redha R. Thogam, S.Sos.I, SP.PSM.

ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH – Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banda Aceh menetapkan dr. Hendra Kurniawan, M.Sc, Sp.P (K) sebagai Ketua IDI Kota Banda Aceh periode 2026–2029. Ia terpilih melalui pemungutan suara yang berlangsung di Aula Balai Kota Banda Aceh, Minggu (26/4/2026).

Dalam kontestasi yang diikuti tiga kandidat, Hendra meraih kemenangan telak dengan 157 suara. Sementara itu, dr. M. Fuad memperoleh 70 suara, dan dr. Taufik Wahyudi meraih 21 suara. Total suara yang masuk sebanyak 252, dengan rincian 248 suara sah dan 4 suara tidak sah.

Muscab ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua baru, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi profesi dokter di Banda Aceh. Forum tersebut menekankan pentingnya penguatan kolaborasi, peningkatan inklusivitas, serta kemampuan adaptif tenaga medis dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan yang terus berkembang.

Ucapan selamat turut disampaikan oleh Redha R. Thogam, S.Sos.I, SP.PSM. Ia menilai terpilihnya dr. Hendra Kurniawan merupakan cerminan kepercayaan kuat dari para dokter di Banda Aceh terhadap kepemimpinan yang visioner dan profesional.

“Selamat kepada dr. Hendra Kurniawan, M.Sc, Sp.P (K) atas amanah yang diberikan. Ini adalah kepercayaan besar yang harus dijaga dengan integritas dan dedikasi. Saya berharap IDI Banda Aceh ke depan semakin solid, adaptif, serta mampu memperkuat peran strategis dokter dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Redha.

Menurut Redha, tantangan sektor kesehatan ke depan menuntut organisasi profesi untuk lebih terbuka, kolaboratif, dan responsif terhadap dinamika sosial. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu merangkul seluruh elemen dokter lintas generasi dan spesialisasi.

Dengan hasil ini, Hendra diharapkan dapat memimpin IDI Kota Banda Aceh dalam memperkuat peran strategis dokter, baik dalam pelayanan kesehatan maupun kontribusi terhadap kebijakan publik di bidang kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *