Headline

Pengusaha Asal Langsa Dikeroyok di Polda Metro Jaya, Kuasa Hukum Soroti Keamanan Ruang Penyidikan

ACEHANTARA.COM | JAKARTA — Seorang pengusaha asal Kota Langsa, Faisal Amsco, dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang yang disebut sebagai preman di lingkungan Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi di ruang RPKA PPA, lantai 2 Polda Metro Jaya, pada Kamis, 26 Maret 2026, saat korban tengah menjalani proses konfrontasi dengan penyidik.

Kuasa hukum korban, R.I. Marpaung, mengatakan insiden terjadi secara tiba-tiba ketika Faisal bersama dirinya berada di ruang pemeriksaan. Menurut dia, sejumlah orang yang diduga dibawa oleh pihak berinisial FEA masuk ke ruangan dan melakukan penyerangan secara terbuka, bahkan di hadapan aparat kepolisian.

“Saat kejadian, di lokasi terdapat FEA dan adiknya berinisial A, serta sejumlah orang yang diduga pelaku pengeroyokan,” ujar Marpaung kepada wartawan, Ahad (29/3/2026).

Akibat kejadian tersebut, Faisal mengalami luka memar di bagian kepala dan sejumlah bagian tubuh lainnya. Saat ini, korban masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Atas peristiwa itu, Faisal melalui kuasa hukumnya telah melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Pihaknya mendesak agar aparat segera mengusut tuntas dan memproses hukum para pelaku yang terlibat.

Marpaung menyayangkan insiden yang dinilai terjadi di tempat yang seharusnya steril dan aman. Ia menilai kejadian tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan kliennya, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Kami mempertanyakan bagaimana pihak luar dapat masuk ke ruang penyidikan dan melakukan tindakan kekerasan tanpa pencegahan,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya dugaan kelalaian dalam pengamanan di lokasi kejadian. Menurut dia, tidak terlihat upaya yang memadai untuk mencegah atau menghentikan aksi tersebut saat berlangsung. Karena itu, pihaknya meminta kepolisian melakukan evaluasi menyeluruh serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *