H.T. Ibrahim Tekankan Penguatan Demokrasi Substantif Berbasis Pancasila di Aceh Besar

Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi Partai Demokrat, H.T. Ibrahim, S.T., M.M menggelar sosialisasi penyerapan aspirasi masyarakat bertajuk Penguatan Demokrasi Substantif Berbasis Pancasila di Hotel Hijrah, Aceh Besar, Rabu (17/12/2025).

Acehantara.com | Aceh Besar — Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi Partai Demokrat, H.T. Ibrahim, S.T., M.M., menegaskan pentingnya penguatan demokrasi substantif yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut disampaikannya saat menggelar sosialisasi penyerapan aspirasi masyarakat bertajuk Penguatan Demokrasi Substantif Berbasis Pancasila di Hotel Hijrah, Aceh Besar, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat dan tokoh agama, pemuda, akademisi, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Sosialisasi tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat untuk membahas arah demokrasi Indonesia, khususnya di Aceh.

Dalam pemaparannya, H.T. Ibrahim yang akrab disapa Ampon menekankan bahwa demokrasi tidak boleh dimaknai sebatas proses prosedural seperti pemilihan umum dan pergantian kekuasaan semata. Demokrasi, menurut dia, harus diwujudkan secara nyata melalui kebijakan yang adil, berpihak pada rakyat, serta mencerminkan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan musyawarah sebagaimana terkandung dalam Pancasila.

“Demokrasi substantif itu harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi bagaimana keputusan dan kebijakan negara benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” ujar Ibrahim.

Ia menambahkan, penyerapan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari tugas konstitusional anggota DPR RI. Aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi dasar dalam memperjuangkan kebijakan publik di tingkat nasional agar selaras dengan kondisi dan kebutuhan daerah, termasuk Aceh yang memiliki kekhususan dan tantangan tersendiri.

Selain membahas penguatan demokrasi, Ibrahim juga menyinggung persoalan kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat Aceh akibat bencana hidrometeorologi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan komitmennya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah daerah yang terdampak bencana, di antaranya Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, serta beberapa wilayah lainnya.

“Sebagai wakil rakyat, saya merasa terpanggil untuk hadir tidak hanya dalam forum diskusi, tetapi juga dalam situasi sulit yang dihadapi masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami,” kata Ibrahim.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan, kritik, serta harapan terkait penguatan demokrasi, penanganan bencana, dan pembangunan Aceh ke depan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga demokrasi yang berlandaskan Pancasila sekaligus memperkuat sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat dalam membangun daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *