Yayasan LKPM Paparkan Program Pelestarian Sejarah Keumalahayati dalam Audiensi dengan Sekda Aceh.
Acehantara.com | Banda Aceh — Pengurus Yayasan Laksamana Keumalahayati (LKPM) yang diketuai oleh Dato Pocut Haslinda melaksanakan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh di Ruang Rapat Sekda Aceh. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan yayasan, kepengurusan, serta memaparkan program-program strategis terkait pelestarian sejarah dan pemberdayaan masyarakat. Kamis, 6 November 2025.
Dalam pemaparannya, Ketua Yayasan LKPM, Dato Pocut Haslinda, menyampaikan sejumlah program prioritas, di antaranya:

Peringatan Hari Pahlawan Laksamana Keumalahayati pada 2 Januari, yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai hari lahir sang pahlawan.
Pembangunan Monumen Laksamana Keumalahayati di Krueng Raya pada kawasan Benteng Makam Inong Balee.
Pembangunan jalan aspal menuju Makam Keumalahayati dan Benteng Inong Balee, termasuk penyediaan area parkir representatif untuk kenyamanan pengunjung.
Pengembangan kawasan tersebut sebagai objek wisata sejarah yang strategis, sekaligus mendorong ekonomi kreatif masyarakat melalui pembinaan kelompok-kelompok UMKM.
Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan LKPM menyampaikan komitmen kuat yayasan dalam melestarikan perjuangan tokoh perempuan Aceh tersebut.
“Kami berharap dukungan pemerintah dan semua pihak untuk mewujudkan program ini. Semua langkah yang kami lakukan adalah bentuk penghormatan, pengenalan, dan pelestarian nilai perjuangan Laksamana Keumalahayati kepada generasi muda,” ujar Dato Pocut Haslinda.
Sebagai bentuk kontribusi literasi, Dato Pocut Haslinda juga menyerahkan enam judul buku karya beliau sendiri kepada Sekda Aceh.
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, didampingi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Syakir, M.Si, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Meutia Juliana, S.STP, M.Si, menyambut baik silaturahmi sekaligus paparan program tersebut. Pemerintah Aceh menyatakan komitmennya untuk bersinergi dalam pelestarian sejarah dan pemberdayaan masyarakat.




