Beredar 64 Nama Tokoh Korban Dugaan Penyadapan Listyo Sigit, dari Prabowo hingga Anies
ACEHANTARA.COM | JAKARTA – Sebuah akun media sosial X, Sumatera Adil & Federal (@indepenSumatera), mengunggah daftar 64 nama tokoh nasional yang diklaim menjadi sasaran dugaan penyadapan oleh Listyo Sigit Prabowo (LSP). Daftar tersebut mencakup pejabat negara, politikus, aktivis, pimpinan organisasi, hingga figur publik.
Sejumlah nama besar tercantum dalam daftar itu, antara lain Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Anies Baswedan, Mahfud MD, Puan Maharani, dan Ganjar Pranowo.
Unggahan pertama dipublikasikan pada Rabu (4/11/2026) dengan memuat 43 nama. Sekitar satu jam kemudian, akun tersebut menambahkan 21 nama melalui unggahan lanjutan.
Berikut daftar 64 nama yang diunggah akun @indepenSumatera:
Daftar pertama (1–43):
1.Prabowo Subianto
2.Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
3.Megawati Soekarnoputri
4.Surya Paloh
5.Sufmi Dasco Ahmad
6.Sjafrie Sjamsoeddin
7.Hasto Kristiyanto
8.Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
9.Bahlil Lahadalia
10.Zulkifli Hasan
11.Ganjar Pranowo
12.Rocky Gerung
13.Haji Isam
14.Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
15.Habib Rizieq Shihab
16.Habib Bahar
17.Gatot
18.Sugiono
19.Karni Ilyas
20.Akhyar
21.Hadir
22.Jejer Zainudin
23.Japto
24.Mualem
25.Hercules
26.Jusuf Kalla (JK)
27.Malik Mahmud Al-Haythar
28.Nasaruddin Umar
29.HT
30.A. Barier
31.Edy Kusnadi
32.CT
33.PK Omong
34.Dahlan Iskan
35.Riady
36.ET
37.Ahmad Muzani
38.U. Hamid
39.Asfinawati
40.Farwiza Farhan
41.Teten Masduki
42.S. Iqbal
43.M. Isn ur.
Daftar tambahan (44–64):
44.Anies Baswedan
45.Mahfud MD
46.Puan Maharani
47.Amien Rais
48.G. Yahya
49.S. Aqil S
50.UAS
51.A. Syikuh
52.Bambang S
53.D. Syamsudin
54.Irwan Fecho
55.RA
56.D. Laksono
57.H. Azhar
58.B. Ubaidilah
59.Nadir
60.B. Nasir
61.Baasir
62.F. Xiau
63.B. Susetyo
64.IndepenSumatera
Kebenaran Klaim Belum Terverifikasi
Meski memuat sejumlah nama tokoh penting, unggahan tersebut tidak menyertakan dokumen pendukung, kronologi, waktu kejadian, ataupun bukti teknis terkait dugaan penyadapan.
Sejumlah nama juga hanya ditulis menggunakan inisial atau sebutan singkat sehingga identitasnya belum dapat dipastikan.
Dengan demikian, daftar tersebut masih sebatas klaim di media sosial. Belum ada bukti atau konfirmasi resmi yang memastikan 64 nama itu benar-benar menjadi korban penyadapan maupun membuktikan pihak yang bertanggung jawab. [DN]
















