Pengurus Baru Persiber Indonesia DPD Aceh Siapkan Penguatan Kemitraan Media dan Pemerintah
ACEHANTARA.COM | BANDA ACEH — Pengurus baru Pers Siber Indonesia (Persiber Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh membangun komunikasi awal dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh. Silaturahmi kelembagaan dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Edi Yandra, beserta jajaran itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara media siber dan Pemerintah Aceh.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu terkait perkembangan media digital, keterbukaan informasi publik, literasi media, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Ketua Persiber Indonesia DPD Aceh, Tgk. Rabo, mengatakan media siber memiliki posisi strategis dalam menjembatani komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Menurut dia, perkembangan teknologi informasi menuntut adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, organisasi pers, dan pengelola media.
“Media siber memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan, mengawal transparansi publik, serta menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Tgk. Rabo.
Dia mengatakan Persiber Indonesia DPD Aceh berkomitmen ikut mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat, profesional, akurat, dan bertanggung jawab. Menurut dia, media tidak hanya berperan dalam menyebarluaskan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab memastikan informasi yang diterima publik telah melalui proses jurnalistik yang benar.
Pengurus Persiber Indonesia DPD Aceh, Tgk. Bucek, mengatakan kemitraan dengan pemerintah perlu dikembangkan tidak hanya dalam konteks publikasi. Ruang kolaborasi, kata dia, juga dapat diarahkan pada diskusi, edukasi, peningkatan kompetensi jurnalistik, dan penguatan profesionalisme insan media.
“Kami ingin Persiber Indonesia DPD Aceh menjadi rumah bersama bagi insan media siber untuk berdiskusi, meningkatkan profesionalisme, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Perkuat Kapasitas Media Digital
Dalam pertemuan tersebut, Persiber Indonesia DPD Aceh juga mendorong penguatan kemitraan dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh dalam penyebarluasan informasi pembangunan dan pelayanan publik.
Pembahasan juga menyoroti tantangan yang dihadapi wartawan dan pengelola media online di tengah perkembangan teknologi digital. Kecepatan arus informasi, pertumbuhan media sosial, serta perubahan pola konsumsi berita masyarakat dinilai membutuhkan kemampuan adaptasi dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Persiber Indonesia DPD Aceh menilai keterbukaan informasi publik membutuhkan sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat. Dalam konteks itu, media tetap dituntut memegang prinsip jurnalistik, antara lain akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan kepatuhan terhadap kode etik.
Agenda 30 Hari Kepengurusan Baru
Sebagai bagian dari program awal kepengurusan, Persiber Indonesia DPD Aceh menyiapkan sejumlah kegiatan dalam 30 hari pertama kepengurusan. Di antaranya diskusi mengenai media sosial dan pelatihan jurnalistik yang direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diharapkan melibatkan unsur pemerintah, praktisi komunikasi, akademisi, insan pers, dan pengelola media online. Forum itu akan membahas perkembangan media digital sekaligus tantangan dan peluang penguatan ekosistem pers siber di Aceh.
Silaturahmi dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh beserta jajaran menjadi salah satu langkah awal kepengurusan baru Persiber Indonesia DPD Aceh dalam membangun komunikasi yang profesional dan berkelanjutan dengan pemerintah.
Melalui semangat “PSI Aceh Bersatu”, Persiber Indonesia DPD Aceh menyatakan komitmennya menjadikan media siber sebagai mitra strategis dalam penyebarluasan informasi pembangunan sekaligus ruang komunikasi dan aspirasi masyarakat Aceh.














